Tugas Menjelaskan Susunan Sistem Saraf pada Manusia

Status
Tidak bisa balas, sudah digembok.

Lalu

Administrator
Staff member
Reputation: 100%
Daftar
Feb 22, 2017
Konten
32
Skor reaksi
187
Poin
1.052
Saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, pernahkah Bapak/lbu Guru memintamu maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil tugas yang kamu kerjakan? Pada kondisi tersebut, kamu akan bergerak untuk bangkit dari tempat duduk, kemudian berjalan ke depan kelas. Gerakan tersebut terjadi sebagai respons dari informasi yang diterima dan diolah oleh sistem saraf. Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Bagaimana susunan sistem saraf pusat dan sistem sara tepi? Apakah kedua sistem saraf tersebut memiliki fungsi yang sama?

Carilah informasi dari berbagai sumber untuk membantumu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di sini.

Poin: 20
 
Ya guru saya pernah meminta saya maju ke depan kelas.

Bagaimana susunan sistem saraf pusat dan sistem sara tepi?

Susunan Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sementara sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom. Kedua sistem ini bekerja sama untuk mengendalikan seluruh aktivitas di dalam tubuh, baik yang disadari maupun tidak disadari.

Sistem Saraf kita seperti jaringan jalan raya yang besar.

Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah kota utamanya. Di sini, otak kita (seperti balai kota) mengatur semua pikiran, perasaan, dan gerakan kita. Sumsum tulang belakang (seperti jalan tol utama) menghubungkan kota utama ini dengan bagian-bagian tubuh lainnya.

Sistem Saraf Tepi (SST) adalah jalan-jalan yang menghubungkan kota utama dengan seluruh daerah. Saraf-saraf ini membawa pesan dari dan ke otak, seperti pesan tentang apa yang kita lihat, dengar, atau rasakan.

Jadi, bedanya apa?
  • SSP (kota utama): Mengatur semuanya.
  • SST (jalan-jalan): Menghubungkan dan menjalankan perintah.
Kedua sistem ini bekerja sama untuk membuat tubuh kita bisa berfungsi dengan baik. SSP memberikan perintah, dan SST menyampaikan perintah itu ke seluruh tubuh.

Contoh: Ketika kamu ingin mengambil pensil, otakmu (SSP) mengirimkan pesan ke tanganmu melalui saraf (SST). Tanganmu kemudian bergerak untuk mengambil pensil.

Intinya: Sistem saraf kita sangat penting karena mengatur semua aktivitas tubuh kita, baik yang kita sadari maupun tidak.
 
Ya, Guru saya pernah meminta saya maju ke depan kelas. Nah, kalau dipikir-pikir, itu semua bisa terjadi berkat sistem saraf kita. Dalam kondisi ini, saya akan bangkit dari tempat duduk, kemudian berjalan ke depan kelas. Gerakan ini terjadi sebagai respons terhadap informasi yang diterima dan diproses oleh sistem saraf dalam tubuh kita loh. Sistem saraf manusia terdiri atas dua macam, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Selanjutnya, saya akan menjelaskan susunan Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi. Berikut adalah penjelasannya :

1. Sistem Saraf Pusat

Sistem Saraf Pusat atau yang biasa disebut SSP adalah bagian utama dari sistem saraf tubuh yang bertanggung jawab untuk menerima, memproses, menyimpan, dan mengirimkan informasi ke seluruh tubuh. SSP memiliki beberapa susunan sebagai berikut :

ױ Otak
Otak adalah organ yang sangat kompleks dan berperan dalam mengatur segala aktivitas tubuh, mulai dari berpikir, merasakan, hingga menggerakkan otot. Otak terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda:

apa-yang-membedakan-otak-kiri-dan-otak-kanan-0-alodokter.jpg

Otak besar (Cerebrum): Bagian terbesar dari otak yang bertanggung jawab atas pemikiran, ingatan, bahasa, dan kesadaran.

Otak kecil (Cerebellum): Berfungsi untuk mengoordinasikan gerakan tubuh, menjaga keseimbangan, dan mengatur ketegangan otot.

Batang otak: Menghubungkan otak besar dan otak kecil dengan sumsum tulang belakang. Batang otak mengatur fungsi-fungsi vital seperti pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah.


ױ Sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang adalah kumpulan saraf yang terletak di dalam tulang belakang pada tubuh kita. Fungsinya adalah untuk mengirimkan pesan dari otak ke seluruh tubuh, begitu pun sebaliknya. Sumsum tulang belakang memanjang dari otak hingga ke daerah punggung bawah, sehingga dapat menghubungkan otak ke seluruh tubuh.
anatomi-sumsum-tulang-belakang.jpg
2. Sistem Saraf Tepi

Sistem Saraf Tepi (SST) adalah bagian dari sistem saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Fungsinya adalah untuk menghubungkan SSP dengan seluruh bagian tubuh. SST memungkinkan kita untuk merasakan sensasi dari lingkungan sekitar dan untuk meresponsnya.

250px-Nervous_system_diagram-en.svg.png

SST terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu:

ױ Sistem Saraf Somatik

640px-Somatic_Nervous_System_Image.svg.png

Fungsi: Mengontrol gerakan sadar atau yang disengaja, seperti berjalan, berlari, atau mengangkat tangan. Sistem ini juga membawa informasi sensorik dari kulit, otot, dan sendi ke otak.

Contoh: Ketika kamu ingin mengambil buku, otakmu mengirimkan sinyal melalui sistem saraf somatik ke otot tanganmu untuk melakukan gerakan tersebut.

ױ Sistem Saraf Otonom

Fungsi: Mengontrol gerakan tidak sadar atau gerakan yang terjadi secara otomatis, seperti detak jantung, pernapasan, pencernaan, dan sekresi kelenjar. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa kita sadari.

Pembagian Sistem Saraf Otonom:

nervous-system-01-690x467 (1).png

Sistem saraf simpatis: Mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi darurat atau stres. Misalnya, ketika ketakutan, sistem saraf simpatis akan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.

Sistem saraf parasimpatis: Mengembalikan tubuh ke kondisi normal setelah mengalami stres. Misalnya, setelah kita selesai menyelesaikan masalah, sistem saraf parasimpatis akan menurunkan kecepatan detak jantung dan tekanan darah.

── ── ── ── ── ── ── ── ── ──

Dari penjelasan tentang Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SST) di atas, dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam menjalankan aktivitas tubuh dengan baik. SSP bertanggung jawab atas pemrosesan informasi (komando), sedangkan SST menghubungkan SSP dengan seluruh tubuh untuk merespons lingkungan dan mengatur fungsi tubuh secara efisien.

-----------------------------------------------------------

Fungsi Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi :

Sistem Saraf Pusat

1. Menerima informasi: Menerima rangsangan dari lingkungan melalui indera.

2. Mengoordinasi informasi: Mengolah informasi yang diterima dan membuat keputusan.

3. Mengontrol aktivitas tubuh: Mengirimkan sinyal ke otot dan kelenjar untuk melakukan tindakan.

Sistem Saraf Tepi

1. Menghubungkan SSP dengan tubuh: Membawa sinyal dari dan ke SSP.

2. Mengontrol gerakan sadar dan tidak sadar: Mengontrol gerakan otot yang kita sadari (misalnya, berjalan) dan tidak kita sadari (misalnya, detak jantung).

─────────────────────────

` Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari :

Ketika kamu diminta maju ke depan kelas, otakmu (SSP) menerima informasi tersebut dan memutuskan untuk bergerak. Kemudian, otak mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang (SSP) ke saraf-saraf di kaki (SST), sehingga kamu dapat berdiri dan berjalan.


Kesimpulan :
Jadi, sistem saraf di tubuh manusia punya peran yang sangat penting dalam mendukung segala aktivitas sehari-hari. Selain mengatur fungsi-fungsi penting seperti detak jantung dan pernapasan yang terjadi tanpa kita sadari, sistem saraf juga memungkinkan kita melakukan aktivitas yang disadari, seperti berbicara dan bergerak. Sistem ini juga membantu tubuh merespons berbagai rangsangan dari lingkungan dengan cepat dan efisien.
 
1. Pernahkah kamu diminta maju ke depan kelas oleh guru?

Ya, saya pernah diminta oleh guru untuk mempresentasikan tugas di depan kelas. Hal sederhana ini sebenarnya melibatkan kerja sistem saraf yang sangat kompleks loh, mau tau kenapa, Simak informasi di bawah ini.

2. Bagaimana susunan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi?

Bayangkan tubuh kita seperti sebuah rumah pintar yang canggih. Di dalam rumah ini ada dua sistem utama:

1.Sistem Saraf Pusat (SSP):
Ini adalah "komputer utama" rumah kita, yang terdiri dari:
- Otak: Pusat kendali utama yang mengatur segala hal, dari berpikir sampai bergerak
- Sumsum tulang belakang: Jalur utama yang meneruskan perintah dari otak ke seluruh tubuh

2.Sistem Saraf Tepi (SST):
Sistem saraf ini seperti jaringan kabel yang tersebar ke seluruh rumah, terbagi menjadi:
- Saraf kepala (12 pasang): Mengatur area kepala dan leher. Misalnya, saat kamu mencium aroma masakan enak atau mengedipkan mata
- Saraf tulang belakang (31 pasang): Mengatur bagian tubuh lainnya, dari bahu sampai ujung kaki

SST juga punya dua asisten khusus yang membantunya bekerja:

1. Sistem Saraf Somatik:
- Seperti pengendali joystick dalam game
- Mengatur gerakan yang kamu sadari, misalnya saat mengangkat tangan untuk bertanya di kelas
- Memberi tahu otak kalau ada yang menyentuhmu atau saat kamu merasakan panas/dingin
- Membantumu merasakan posisi tubuh, contohnya saat kamu sedang duduk atau berdiri

2. Sistem Saraf Otonom:
- Seperti pilot otomatis yang bekerja 24 jam
- Mengatur organ dalam tanpa perlu kamu pikirkan
- Punya dua mode:
* Mode "Siaga" (Simpatik): Aktif saat kamu gugup maju ke depan kelas, membuat jantung berdetak lebih cepat
* Mode "Santai" (Parasimpatik): Bekerja saat kamu istirahat, membantu pencernaan dan membuat tubuh rileks

3. Apakah fungsi kedua sistem ini sama?

Tidak, mereka punya peran berbeda tapi saling melengkapi:

SSP (Sistem Saraf Pusat):
- Seperti bos yang membuat keputusan
- Mengolah semua informasi yang masuk dan
- Menentukan respons yang tepat

SST (Sistem Saraf Tepi):
- Seperti kurir yang sigap
- Mengirim informasi dari seluruh tubuh ke otak
- Menyampaikan perintah dari otak ke organ-organ tubuh

Mari lihat contoh nyata:
Saat guru memanggilmu ke depan kelas untuk presentasi:
1. Telingamu mendengar suara guru
2. SST mengirim informasi ini ke otak
3. Otakmu memproses: "Aku dipanggil!"
4. SSP mengirim perintah melalui SST
5. Kakimu mulai melangkah ke depan kelas

Pada saat yang sama:
- Sistem somatik membantu kamu berdiri, memegang kertas, dan berbicara
- Sistem otonom mengatur detak jantungmu yang berdebar karena gugup, dan mengatur keringat di telapak tangan

Menariknya, semua proses ini terjadi dalam hitungan detik!

Kesimpulan
Sistem saraf kita bekerja seperti tim yang kompak. SSP sebagai pemimpin yang membuat keputusan, dan SST sebagai pekerja yang menjalankan perintah dengan cepat dan tepat. Kerja sama keduanya, bersama sistem somatik dan otonom, memungkinkan kita melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan baik dan lancar. Seperti sebuah tim film yang hebat: SSP adalah sutradaranya, SST kameramennya, sistem somatik aktornya, dan sistem otonom adalah kru di belakang layar yang membuat semuanya berjalan sempurna!
 
Saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, pernahkah Bapak/lbu Guru memintamu maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil tugas yang kamu kerjakan?

Ya, Pernah. Pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, Bapak/Ibu Guru pernah meminta saya maju ke depan untuk mempresentasikan hasil tugas yang sudah saya kerjakan, terkadang Bapak/Ibu Guru meminta untuk mempresentasikan hasil tugas secara berkelompok ataupun secara individu.

Pada kondisi tersebut, kamu akan bergerak untuk bangkit dari tempat duduk, kemudian berjalan ke depan kelas. Gerakan tersebut terjadi sebagai respons dari informasi yang diterima dan diolah oleh sistem saraf. Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Bagaimana susunan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi?

A. SISTEM SARAF PUSAT (SSP)


Susunan Sistem Saraf Pusat (SSP) terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk menerima dan memproses informasi, mengendalikan pikiran, emosi dan gerakan tubuh, serta mengatur fungsi tubuh melalui komunikasi dengan sistem saraf tepi.

1. Otak

Otak ibarat mesin pengendali utama yang bertugas untuk mengendalikan fungsi tubuh termasuk sensasi, pikiran, gerakan, kesadaran, dan memori untuk ingatan. Berikut ini adalah bagian-bagian otak:

1). Otak Besar (Cerebrum): Bagian terbesar otak yang mengatur berpikir, gerakan, dan memori. Terbagi menjadi:
  • Bagian depan otak (Lobus Frontal): Mengontrol gerakan dan keputusan.
  • Bagian atas otak (Lobus Parietal): Mengatur sensasi seperti sentuhan.
  • Bagian samping otak (Lobus Temporal): Berhubungan dengan pendengaran dan memori.
  • Bagian belakang otak (Lobus Oksipital): Mengontrol penglihatan, ini adalah bagian yang memungkinkanmu melihat suatu objek.
2). Otak Kecil (Cerebellum): Mengatur/menjaga keseimbangan dan koordinasi gerakan. Seperti saat kamu berjalan atau berlari dengan lancar.

3). Batang Otak (Brainstem): Menghubungkan otak dengan tubuh dan mengatur fungsi otomatis seperti pernapasan dan detak jantung.

4). Otak tengah (Diencephalon): Mengatur hal-hal otomatis dalam tubuh, seperti:
  • Pusat pengolahan (Talamus): Meneruskan informasi dari tubuh ke otak.
  • Pengatur keseimbangan (Hipotalamus): Mengatur suhu tubuh, rasa lapar, haus, tidur, dan emosi.
2. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang adalah organ yang terhubung langsung ke otak melalui batang otak dan mengalir sepanjang ruas tulang belakang. Organ ini berfungsi membawa informasi dari semua bagian tubuh otak dan sebaliknya. Bayangkan kalau otak seperti pusat pengendali, sedangkan sumsum tulang belakang adalah kabel yang mengirimkan perintah dari otak ke tubuh dan membawa informasi dari tubuh kembali ke otak.
Berikut ini adalah bagian-bagian sumsum tulang belakang:

1). Batang Sumsum Tulang Belakang: Menghubungkan otak dengan tubuh dan mengirimkan sinyal.

2). Akar Saraf:
  • Sensorik: Membawa informasi dari tubuh ke otak.
  • Motorik: Mengirim perintah dari otak ke tubuh.

3). Saraf Spinal: Gabungan akar sensorik dan motorik yang menghubungkan tubuh dengan sumsum tulang belakang.

4). Saluran Sentral: Saluran di tengah sumsum tulang belakang yang berisi cairan untuk melindungi dan memberi nutrisi.
5). Materi Putih dan Materi Abu-abu:

• Materi Putih: Mengirimkan sinyal lebih cepat.
• Materi Abu-abu: Memproses informasi.

6). Tulang Belakang (Vertebra): Rangkaian tulang yang melindungi sumsum tulang belakang dan menyokong tubuh.

B. SISTEM SARAF TEPI (SST)

Susunan Sistem Saraf Tepi (SST) terbagi juga menjadi dua komponen, yaitu somatik (mengatur gerakan sadar) dan otonom (mengatur fungsi otomatis). Sistem saraf tepi adalah jaringan saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan seluruh tubuh. Tugas utamanya adalah membawa pesan dari tubuh ke otak dan sebaliknya.

1. Somatik

Sistem saraf somatik adalah bagian dari sistem saraf tepi yang mengendalikan gerakan tubuh yang sadar, seperti berjalan atau menulis. Ia bekerja melalui saraf sensorik yang membawa informasi dari pancaindra ke otak, dan saraf motorik yang mengirimkan perintah dari otak ke otot. Bayangkan seperti kabel-kabel yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang ke otot-otot tubuh. Misalnya, saat menyentuh sesuatu yang panas, saraf sensorik mengirimkan sinyal ke otak, lalu saraf motorik memberi perintah untuk menarik tangan.

2. Otonom

Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf tepi yang bekerja otomatis mengatur fungsi tubuh seperti detak jantung, pernapasan, dan pencernaan. Sistem ini terdiri dari saraf simpatik, yang aktif saat stres atau butuh energi (contohnya, mempercepat detak jantung), dan saraf parasimpatik, yang aktif saat tubuh santai (contohnya, memperlambat detak jantung). Keduanya menjaga keseimbangan tubuh tanpa kita sadari. Ini seperti sistem autopilot di tubuh, yang terus bekerja tanpa kita harus memikirkannya.

————————————
Ini adalah perbedaan dari kedua sistem saraf tersebut!
  • Sistem Saraf Pusat (SSP): terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, bertugas memproses informasi dan mengendalikan tubuh.
  • Sistem Saraf Tepi (SST): terdiri dari saraf-saraf di luar SSP, yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh, serta mengatur gerakan sadar (somatik) dan fungsi otomatis (otonom).

Kedua sistem tersebut saling bekerja sama untuk mengumpulkan informasi dari tubuh dan lingkungan luar. Selanjutnya, sistem akan memproses informasi yang telah terkumpul, lalu mengirimkan instruksi ke seluruh tubuh dan memfasilitasi tanggapan yang sesuai.

Apakah kedua sistem saraf tersebut memiliki fungsi yang sama?

Tidak, Sistem Saraf Pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SST) memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling bekerja sama.
Seperti teks yang sudah di jelaskan di atas, sistem saraf pusat (SSP) adalah "pusat kendali" yang ada di otak dan sumsum tulang belakang untuk memproses informasi dan memberi perintah. Sedangkan, Sistem Saraf Tepi (SST) adalah "penghubung" yang menghubungkan SSP ke seluruh tubuh, bertugas membawa pesan dari SSP ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Ini seperti "kurir" yang mengirimkan informasi dan perintah.
 
Pernah, pada saat pembelajaran bahasa indonesia guru saya menyuruh saya mempresentasikan hasil tugas yang saya kerjakan.

Susunannya Sistem saraf pusat (SSP)
terdiri dari otak (cerebrum, cerebellum, brainstem) dan sumsum tulang belakang

Susunannya sistem sara tepi (SST)
terdiri dari saraf kranial, saraf spinal, sistem saraf somatik, dan sistem saraf otonom.

Fungsi sistem saraf pusat (SSP) Menghubungkan dengan seluruh bagian tubuh untuk menerima dan mengirimkan informasi.

Fungsi sistem sara tepi (SST) Mengolah informasi dan mengendalikan fungsi tubuh.

Jadi bisa di simpulkan bahwa SSP dan SST tidak memiliki fungsi yang sama karena SSP hanya menerima dan mengirimkan sebuah informasi, berbeda dengan SST hanya mengolah dan mengendalikan fungsi tubuh

Jadi ketika kamu diminta maju ke depan kelas, sistem saraf bekerja seperti ini : SST mengirimkan informasi ke SSP tentang instruksi dari guru, SSP memproses informasi tersebut dan merencanakan gerakan yang diperlukan, SST mengirimkan perintah dari SSP ke otot untuk bangkit dari kursi dan berjalan ke depan kelas.
 
Nama : Shinta Purnama Dewi Tapo
Kelas : 11 H

Ya guru saya pernah meminta saya maju ke depan kelas.

Bagaimana susunan sistem saraf pusat dan sistem sara tepi?

Susunan Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sementara sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom. Kedua sistem ini bekerja sama untuk mengendalikan seluruh aktivitas di dalam tubuh, baik yang disadari maupun tidak disadari.

Sistem Saraf kita seperti jaringan jalan raya yang besar.
Sistem Saraf Pusat (SSP) adalah kota utamanya. Di sini, otak kita (seperti balai kota) mengatur semua pikiran, perasaan, dan gerakan kita. Sumsum tulang belakang (seperti jalan tol utama) menghubungkan kota utama ini dengan bagian-bagian tubuh lainnya.

Sistem Saraf Tepi (SST) adalah jalan-jalan yang menghubungkan kota utama dengan seluruh daerah. Saraf-saraf ini membawa pesan dari dan ke otak, seperti pesan tentang apa yang kita lihat, dengar, atau rasakan.

Jadi, bedanya apa?
SSP (kota utama): Mengatur semuanya.
SST (jalan-jalan): Menghubungkan dan menjalankan perintah.

Kedua sistem ini bekerja sama untuk membuat tubuh kita bisa berfungsi dengan baik. SSP memberikan perintah, dan SST menyampaikan perintah itu ke seluruh tubuh.

Contoh: Ketika kamu ingin mengambil pensil, otakmu (SSP) mengirimkan pesan ke tanganmu melalui saraf (SST). Tanganmu kemudian bergerak untuk mengambil pensil.

Intinya: Sistem saraf kita sangat penting karena mengatur semua aktivitas tubuh kita, baik yang kita sadari maupun tidak.
 
Iyaa, pernah,

1. Bagaimana susunan sistem saraf pusat dan sistem sara tepi?
A. Sistem Saraf Pusat
▪︎ Otak: Berperan sebagai pusat pengolahan informasi dan pengendali utama. Otak dibagi menjadi beberapa bagian seperti:
-> Otak besar (cerebrum): Mengontrol fungsi sadar seperti berpikir, berbicara, dan emosi.
-> Otak kecil (cerebellum): Mengatur koordinasi gerakan dan keseimbangan.
-> Batang otak: Mengontrol fungsi vital seperti detak jantung dan pernapasan.
▪︎ Sumsum tulang belakang: Menghubungkan otak dengan sistem saraf tepi, berperan dalam pengiriman sinyal dan refleks.
B. Sistem Saraf Tepi
▪︎ Saraf kranial: Saraf yang keluar langsung dari otak (12 pasang saraf), seperti saraf optik (penglihatan) dan saraf wajah.
▪︎ Saraf spinal: Saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang (31 pasang saraf).

▪︎ SST dibagi menjadi dua bagian utama:
->Sistem saraf somatik: Mengontrol aktivitas yang disadari, seperti gerakan otot.
->Sistem saraf otonom: Mengatur aktivitas tubuh yang tidak disadari, seperti pernapasan dan pencernaan. ▪︎ ▪︎ ▪︎ ▪︎ Sistem ini dibagi lagi menjadi:
-> Sistem saraf simpatik: Mengaktifkan respons "lawan atau lari" (fight or flight) saat stres.
-> Sistem saraf parasimpatik: Mengatur fungsi tubuh saat istirahat (rest and digest).

2. Apakah kedua sistem saraf tersebut memiliki fungsi yang sama?
Fungsi SSP:
▪︎ Mengolah informasi dari seluruh tubuh.
▪︎ Mengontrol aktivitas tubuh yang disengaja (volunter) seperti gerakan.
▪︎ Mengatur fungsi tubuh yang tidak disengaja (involunter) seperti denyut jantung dan pencernaan
Fungsi SST:
Mengirimkan informasi dari reseptor sensorik ke SSP.
Menyampaikan perintah dari SSP ke organ tubuh, otot, dan kelenjar


Perbedaan Fungsi SSP dan SST
Sistem Saraf Pusat bertanggung jawab untuk mengolah informasi dan mengambil keputusan.
Sistem Saraf Tepi bertindak sebagai penghubung antara tubuh dan SSP, mengirimkan sinyal sensorik ke otak dan perintah motorik ke tubuh.
Kedua sistem ini tidak memiliki fungsi yang sama, tetapi saling melengkapi dalam mengontrol fungsi tubuh.
 
Nindy Virzinia XI-H

Pertanyaan pertama: Ya, saya pernah

Pertanyaan kedua : • Susunan sistem saraf pusat (SSP): Terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.

•Susunan sistem saraf tepi (SSP): Terdiri dari saraf yang menghubungkan SSP dengan seluruh bagian tubuh. Terbagi menjadi saraf somatik (mengendalikan gerakan sadar) dan sistem saraf otonom (mengendalikan sistem tubuh tidak sadar)

Pertanyaan ketiga: Fungsinya beda.

•SSP berfungsi sebagai pusat kendali dan pengolahan informasi.

•SST berfungsi sebagai penghubung antara SSP dan bagian tubuh lainnya.
 
Status
Tidak bisa balas, sudah digembok.
Back
Top Bottom