Ya, Guru saya pernah meminta saya maju ke depan kelas. Nah, kalau dipikir-pikir, itu semua bisa terjadi berkat sistem saraf kita. Dalam kondisi ini, saya akan bangkit dari tempat duduk, kemudian berjalan ke depan kelas. Gerakan ini terjadi sebagai respons terhadap informasi yang diterima dan diproses oleh sistem saraf dalam tubuh kita loh. Sistem saraf manusia terdiri atas dua macam, yaitu
sistem saraf pusat dan
sistem saraf tepi.
Selanjutnya, saya akan menjelaskan susunan
Sistem Saraf Pusat dan
Sistem Saraf Tepi. Berikut adalah penjelasannya :
1.
Sistem Saraf Pusat
╰ Sistem Saraf Pusat atau yang biasa disebut SSP adalah bagian utama dari sistem saraf tubuh yang bertanggung jawab untuk menerima, memproses, menyimpan, dan mengirimkan informasi ke seluruh tubuh. SSP memiliki beberapa susunan sebagai berikut :
ױ Otak
Otak adalah organ yang sangat kompleks dan berperan dalam mengatur segala aktivitas tubuh, mulai dari berpikir, merasakan, hingga menggerakkan otot. Otak terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda:
Otak besar (Cerebrum): Bagian terbesar dari otak yang bertanggung jawab atas pemikiran, ingatan, bahasa, dan kesadaran.
Otak kecil (Cerebellum): Berfungsi untuk mengoordinasikan gerakan tubuh, menjaga keseimbangan, dan mengatur ketegangan otot.
Batang otak: Menghubungkan otak besar dan otak kecil dengan sumsum tulang belakang. Batang otak mengatur fungsi-fungsi vital seperti pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah.
ױ Sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang adalah kumpulan saraf yang terletak di dalam tulang belakang pada tubuh kita. Fungsinya adalah untuk mengirimkan pesan dari otak ke seluruh tubuh, begitu pun sebaliknya. Sumsum tulang belakang memanjang dari otak hingga ke daerah punggung bawah, sehingga dapat menghubungkan otak ke seluruh tubuh.

2.
Sistem Saraf Tepi
╰ Sistem Saraf Tepi (SST) adalah bagian dari sistem saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Fungsinya adalah untuk menghubungkan SSP dengan seluruh bagian tubuh. SST memungkinkan kita untuk merasakan sensasi dari lingkungan sekitar dan untuk meresponsnya.
SST terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu:
ױ Sistem Saraf Somatik
Fungsi: Mengontrol gerakan sadar atau yang disengaja, seperti berjalan, berlari, atau mengangkat tangan. Sistem ini juga membawa informasi sensorik dari kulit, otot, dan sendi ke otak.
Contoh: Ketika kamu ingin mengambil buku, otakmu mengirimkan sinyal melalui sistem saraf somatik ke otot tanganmu untuk melakukan gerakan tersebut.
ױ Sistem Saraf Otonom
Fungsi: Mengontrol gerakan tidak sadar atau gerakan yang terjadi secara otomatis, seperti detak jantung, pernapasan, pencernaan, dan sekresi kelenjar. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa kita sadari.
Pembagian Sistem Saraf Otonom:
Sistem saraf simpatis: Mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi darurat atau stres. Misalnya, ketika ketakutan, sistem saraf simpatis akan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Sistem saraf parasimpatis: Mengembalikan tubuh ke kondisi normal setelah mengalami stres. Misalnya, setelah kita selesai menyelesaikan masalah, sistem saraf parasimpatis akan menurunkan kecepatan detak jantung dan tekanan darah.
── ── ── ── ── ── ── ── ── ──
Dari penjelasan tentang
Sistem Saraf Pusat (
SSP) dan
Sistem Saraf Tepi (
SST) di atas, dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki peran yang
berbeda namun saling melengkapi dalam menjalankan aktivitas tubuh dengan baik. SSP bertanggung jawab atas pemrosesan informasi (komando), sedangkan SST menghubungkan SSP dengan seluruh tubuh untuk merespons lingkungan dan mengatur fungsi tubuh secara efisien.
-----------------------------------------------------------
Fungsi
Sistem Saraf Pusat dan
Sistem Saraf Tepi :
•
Sistem Saraf Pusat
1.
Menerima informasi: Menerima rangsangan dari lingkungan melalui indera.
2.
Mengoordinasi informasi: Mengolah informasi yang diterima dan membuat keputusan.
3.
Mengontrol aktivitas tubuh: Mengirimkan sinyal ke otot dan kelenjar untuk melakukan tindakan.
•
Sistem Saraf Tepi
1.
Menghubungkan SSP dengan tubuh: Membawa sinyal dari dan ke SSP.
2.
Mengontrol gerakan sadar dan tidak sadar: Mengontrol gerakan otot yang kita sadari (misalnya, berjalan) dan tidak kita sadari (misalnya, detak jantung).
─────────────────────────
` Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari :
Ketika kamu diminta maju ke depan kelas, otakmu (
SSP) menerima informasi tersebut dan memutuskan untuk bergerak. Kemudian, otak mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang (
SSP) ke saraf-saraf di kaki (
SST), sehingga kamu dapat berdiri dan berjalan.
Kesimpulan :
Jadi, sistem saraf di tubuh manusia punya peran yang sangat penting dalam mendukung segala aktivitas sehari-hari. Selain mengatur fungsi-fungsi penting seperti detak jantung dan pernapasan yang terjadi tanpa kita sadari, sistem saraf juga memungkinkan kita melakukan aktivitas yang disadari, seperti berbicara dan bergerak. Sistem ini juga membantu tubuh merespons berbagai rangsangan dari lingkungan dengan cepat dan efisien.