Tugas Mengungkap Rahasia di Balik Gerakanmu

Lalu

Administrator
Staff member
Reputation: 100%
Daftar
Feb 22, 2017
Konten
32
Skor reaksi
187
Poin
1.052
Kelas: 11

Latar Belakang:

Pernahkah kamu merasa gugup saat dipanggil guru untuk maju ke depan kelas? Saat itu, tubuhmu melakukan banyak hal secara otomatis: jantung berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, dan otot-otot menegang. Semua ini terjadi karena adanya sistem saraf yang bekerja keras di dalam tubuhmu.

Pertanyaan:
  1. Jelaskan secara rinci peran sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (somatik dan otonom) dalam proses tersebut.
  2. Apakah sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi bekerja secara terpisah atau saling berkoordinasi? Jelaskan dengan contoh.
Poin: 20
 
1. Sistem saraf pusat berperan mengatur apa yang di lakukan tubuh termasuk pikiran, gerakan, dan sensasi. Dalam keadaan gugup, sistem saraf simpatik yang merupakan bagian dari sistem saraf tepi akan merangsang tubuh untuk bereaksi. Sedangkan, sistem saraf tepi berperan mematuhi perintah dari sistem saraf pusat dan membuat otot berkontraksi atau rileks


2. Sistem saraf pusat dan saraf tepi bekerja sama untuk mengendalikan aktivitas tubuh, contoh kerja samanya saat menyentuh termos panas, saraf sensorik membawa informasi ke otak bahwa ini adalah sensasi panas.
 
1.Ketika gugup sistem saraf pusat (otak) akan mengirim sinyal kepada saraf yang tidak terduga kepada (sumsum tulang belakang) karena mengalami gugup yang akan menyebabkan tubuh melakukan banyak hal seperti otot otot menegang,jantung berdebar,telapak tangan berkeringat,dan gerakan tubuh yang lainnya.

Sistem saraf tepi (somatik) melakukan sensorik ketika mengalami gugup.otak memproses pesan dari (somatik) dan mengaktifkan sistem saraf otonom (simpatik) yang akan menyebabkan reaksi fisiologis seperti jantung berdebar,berkeringat,dan otot akan menegang

2.saling berkordinasi.karena,sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi saling bekerja sama untuk mengumpulkan informasi dari tubuh dan lingkungan sekitar.contoh:Sistem saraf pusat menerima informasi sensorik dari sistem saraf tepi (somatik) tentang panggilan guru. Otak memproses informasi ini dan mengaktifkan sistem saraf otonom (simpatik) yang menyebabkan reaksi fisiologis seperti jantung berdebar, berkeringat, dan otot menegang. Setelah situasi berlalu, sistem saraf parasimpatik mengembalikan tubuh ke keadaan normal.
 
1. Ketika dipanggil maju ke depan kelas, sistem saraf pusat langsung berperan. Otak besar (serebrum) memproses informasi, seperti memahami perintah guru dan memutuskan untuk maju. Kemudian, bagian dari otak depan mengatur respons tubuh terhadap stres dengan meningkatkan detak jantung, memproduksi keringat, dan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi tekanan. Sumsum tulang belakang kemudian meneruskan sinyal dari otak ke otot-otot tubuh agar kita bisa bergerak maju.

Sistem saraf tepi juga ikut bekerja. Sistem saraf somatik mengontrol gerakan sadar, seperti melangkah atau mengangkat tangan. Sistem saraf otonom yang bekerja tanpa disadari, mengatur reaksi tubuh seperti peningkatan detak jantung, keringat di telapak tangan, dan ketegangan otot sebagai respons terhadap rasa gugup.

2. Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi bekerja bersama dalam mengatur tubuh. Sistem saraf pusat memproses informasi dan mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang ke sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi, baik bagian somatik maupun otonom, menjalankan fungsi berdasarkan sinyal dari sistem saraf pusat.

Misalnya, otak memutuskan untuk maju ke depan kelas, dan sinyal dari otak diteruskan melalui sumsum tulang belakang ke otot-otot kaki, sehingga kita bisa melangkah. Pada saat yang sama, sistem saraf otonom meningkatkan detak jantung dan produksi keringat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi situasi yang menegangkan. Hal ini menunjukkan bahwa kedua sistem saling berkoordinasi dalam menjalankan fungsi tubuh.
 
Handri Mala (XI-F)

1. Otak berperan sebagai pusat pemrosesan informasi.ketika guru memanggil maju didepan indra pendengar menangkap suara panggilan tersebut,dan informasi nya dikirim ke otak,otak khususnya bagian amigdala yang mengatur emosi mengidentifikasi situasi sebagai sesuatu yang membuat gugup selanjutnya otak mengaktifkan hipotalamus yang memulai respons stres, sedangkan sumsum tulang belakang berperan sebagai jalur penghubung antara otak dan tubuh serta pusat koordinasi sebagai refleks
Peran sistem saraf tepi:
Somatik Menggerakkan otot-otot secara sadar, seperti melangkah ke depan kelas.sementara Otonom Mengatur reaksi otomatis, seperti meningkatkan detak jantung, keringat di telapak tangan, dan ketegangan otot.

2. Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi tidak bekerja secara terpisah.keduanya saling berkoordinasi untuk memastikan tubuh merespon secara efektif terhadap situasi tertentu.
Contoh:
- otak sistem saraf pusat menerima informasi dari indra pendengar tentang panggilan guru. kemudian otak memproses informasi dan memutuskan merespon misalnya berdiri dan maju didepan kelas.lalu sumsum tulang belakang meneruskan sinyal dari otak ke sistem saraf tepi untuk menggerakkan otot kaki.sementara itu sistem saraf otonom mengatur respons fisiologis seperti meningkatkan detak jantung
 
Ketika kamu merasa gugup saat dipanggil guru untuk maju ke depan kelas, tubuhmu merespons secara otomatis melalui kerja sistem saraf. Sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, memiliki peran utama dalam mengatur respons ini. Otak menerima informasi dari lingkungan, seperti suara guru yang memanggil namamu, dan mengidentifikasinya sebagai situasi yang menegangkan. Emosi seperti gugup diatur oleh bagian otak, yang memicu tubuh untuk bersiap menghadapi situasi tersebut. Setelah itu, otak mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang, yang bertugas meneruskan perintah ini ke berbagai bagian tubuh melalui sistem saraf tepi.

1. Sistem saraf tepi berfungsi sebagai penghubung antara sistem saraf pusat dan organ tubuh. Dalam situasi ini, sistem saraf tepi bekerja melalui dua komponen utamanya, yaitu sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatik mengendalikan gerakan sadar, seperti berdiri dari kursi, melangkah ke depan kelas, atau mengangkat tangan untuk menulis di papan tulis. Di sisi lain, sistem saraf otonom bertanggung jawab atas respons tubuh yang tidak disadari, seperti peningkatan detak jantung, keluarnya keringat pada telapak tangan, dan ketegangan otot. Ketika gugup, cabang simpatik dari sistem saraf otonom aktif, mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi tersebut dengan meningkatkan aliran darah ke otot dan mempercepat detak jantung.

2. Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling berkoordinasi dalam proses ini. Ketika otak mengidentifikasi situasi yang membuat gugup, seperti mendengar namamu dipanggil, otak memproses informasi ini dan mengirimkan perintah melalui sumsum tulang belakang untuk mengaktifkan sistem saraf tepi. Sistem saraf somatik memastikan tubuh dapat bergerak secara sadar, seperti berjalan ke depan kelas, sementara sistem saraf otonom bekerja tanpa sadar untuk menyiapkan tubuh menghadapi tekanan, seperti membuat jantung berdebar lebih cepat dan otot-otot menegang.

Contohnya, saat kamu mulai berjalan ke depan kelas, sistem saraf pusat mengatur pemrosesan emosimu, sementara sistem saraf tepi memastikan tubuhmu bereaksi secara fisik, seperti menjaga keseimbangan saat berjalan dan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi stres. Ini menunjukkan bahwa kedua sistem ini saling berkoordinasi untuk memastikan tubuh mampu merespons situasi secara efektif.
 
1.Misalkan, Andi ingin mengangkat tangan untuk menyambut temannya.
*Otak*: Andi melihat temannya dan otaknya memerintahkan untuk mengangkat tangan.
*Pengolahan Informasi*: Otak mengolah informasi visual dan memerintahkan sumsum tulang belakang untuk mengirimkan sinyal ke otot tangan.
*Sumsum Tulang Belakang*: Sumsum tulang belakang mengatur refleks dan mengirimkan sinyal ke saraf spinal untuk menggerakkan otot tangan

Proses Kerja
1. Otak menerima informasi visual dari mata.
2. Otak mengolah informasi dan memerintahkan sumsum tulang belakang.
3. Sumsum tulang belakang mengirimkan sinyal ke saraf spinal.
4. Saraf spinal mengirimkan sinyal motorik ke otot tangan.
5. Otot tangan mengangkat tangan.
6. Sistem saraf otonom mengatur fungsi organ dalam tubuh.
Sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (somatik dan otonom) bekerja sama untuk mengatur fungsi tubuh, mengolah informasi, dan mengontrol gerakan.

2. Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi bekerja bersama dalam mengatur tubuh. Sistem saraf pusat memproses informasi dan mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang ke sistem saraf tepi. Sistem saraf tepi, baik bagian somatik maupun otonom, menjalankan fungsi berdasarkan sinyal dari sistem saraf pusat.

Misalkan, Andi ingin mengangkat tangan untuk menyambut temannya.
Sinyal dari Otak Andi memerintahkan untuk mengangkat tangan. Sinyal ini dikirimkan ke sumsum tulang belakang.
Sumsum tulang belakang mengolah informasi dan memerintahkan saraf spinal untuk mengirimkan sinyal ke otot tangan.
Saraf spinal mengirimkan sinyal ke otot tangan melalui saraf tepi.
Otot tangan menerima sinyal dan mengangkat tangan.
 
1. Dalam proses kamu merasa gugup saat dipanggil guru untuk maju ke depan kelas, peran sistem saraf pusat (otak dan sum sum tulang belakang) bekerja sama untuk menerima dan mengirimkan informasi ke seluruh tubuh
Peran sistem saraf tepi yaitu meneruskan informasi menuju sistem saraf pusat ataupun sebaliknya.

2. Kedua sistem saraf tersebut saling berkoordinasi atau saling bekerja sama. Contohnya Saat guru memanggil kita ke depan kelas, terkadang kita merasakan gugup. Disaat itulah sistem saraf pusat (otak dan sum sum tulang belakang) mulai bekerja. Otak menerima informasi berupa rangsangan dari seluruh tubuh, kemudian sum sum tulang belakang yang mengirimkan sinyal dari otak kepada otot otot tubuh melalui saraf tepi, sehingga kita merasakan jantung berdetak kencang, telapak tangan berkeringat.
 
1.saat kita di panggil maju kedepan kelas untuk melakukan presentasi, otak langsung berfungsi untuk memproses informasi, seperti memahami perintah guru dan memutuskan untuk bergerak. Bagian depan otak mengatur reaksi tubuh terhadap stres, seperti meningkatkan detak jantung, memproduksi keringat, dan mempersiapkan tubuh menghadapi tekanan. Sumsum tulang belakang kemudian mengirimkan sinyal dari otak ke otot agar kita bisa bergerak maju. Selain itu, sistem saraf tepi juga berperan. Sistem saraf somatik mengontrol gerakan sadar, seperti melangkah atau mengangkat tangan, sementara sistem saraf otonom bekerja tanpa kita sadari untuk mengatur reaksi tubuh, seperti detak jantung yang lebih cepat, keringat di telapak tangan, dan ketegangan otot saat merasa gugup.

2.Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling berkoordinasi untuk mengatur fungsi tubuh. sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, bertugas menerima dan memproses informasi dari seluruh tubuh. sistem saraf tepi, yang mencakup saraf somatik dan otonom, menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ dan jaringan tubuh.

Misalnya ketika seseorang menyentuh benda yang teraliri listrik, sistem saraf tepi mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat.sistem saraf pusat kemudian memproses informasi ini dan mengirimkan proses melalui sistem saraf tepi untuk menarik tangan menjauh dari benda yang teraliri listrik. Proses ini menunjukkan bagaimana kedua sistem bekerja sama dalam merespons rangsangan
 
1. ketika saya di panggil orang tua saya untuk membicarakan suatu hal, sistem saraf pusat langsung berperan. Seperti, otak besar (cerebrum) memproses informasi, seperti memahami perintah orang tua saya. Kemudian, bagian dari otak depan mengatur respon tubuh dengan meningkatkan detak jantung. Memproduksi keringat dan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi tekanan. Sumsum tulang belakang kemudian meneruskan sinyal dari otak ke otot-otot tubuh agar kita bisa bergerak.

Sistem saraf tepi juga ikut bekerja. Sistem saraf somatik mengontrol gerakan sadar. Sistem saraf otonom yang bekerja tanpa disadari, mengatur reaksi tubuh seperti ketegangan otot sebagai respon terhadap rasa gugup, dan peningkatan detak jantung.

2. Sistem saraf merupakan jaringan kompleks yang memiliki peran penting untuk mengatur setiap kegiatan dalam tubuh. Sistem saraf yang kompleks dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sementara sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom. Kedua sistem ini bekerja sama untuk mengendalikan seluruh aktivitas di dalam tubuh, baik yang disadari maupun tidak disadari.

Beberapa fungsi sistem saraf yang sering didengar adalah untuk berpikir, melihat, bergerak, dan mengatur berbagai kerja organ tubuh. Misalnya, otak memutuskan untuk menuruti perintah orangtua, dan sinyal dari otak diteruskan melalui sumsum tulang belakang ke otot-otot kaki, sehingga kita bisa melakah. Pada saat yang sama, sistem saraf otonom meningkatkan detak jantung dan produksi keringat untuk mempersiapkan tubuh menghadapi situasi.
 
1.pada saat dipanggil maju ke depan sistem saraf pusat langsung mengatur dan mengendalikan seluruh aktivitas tubuh. otak besar (serebrum) merupakan bagian terbesar dari otak manusia dan berfungsi dalam pengaturan semua aktivitas yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. sumsum tulang belakang kemudian meneruskan sinyal dari otak ke otot-otot tubuh agar kita bisa bergerak maju.

sistem saraf tepi juga ikut berkerja. sistem saraf somatik mengontrol kesadaran seperti menggerakan kaki dan tangan. sistem saraf otonom seperti kecemasan, dan peningkatan detak jantung.

2.sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat saling berkoordinasi dalam mengatur tubuh. sistem saraf pusat memproses melalui sumsum tulang belakang. sistem saraf tepi menjalankan fungsi berdasarkan sinyal dari sistem saraf pusat.
 
Back
Top Bottom