Proses penghantaran impuls pada gerak refleks berlangsung dengan cara yang sangat cepat dan melibatkan beberapa langkah utama. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses tersebut:
1. Stimulasi/Penerimaan Rangsangan: Ketika tubuh menerima rangsangan dari lingkungan, misalnya, sentuhan pada kulit atau panas, reseptor sensorik di bagian tubuh tersebut (seperti kulit) akan mendeteksi rangsangan tersebut.
2. Penghantaran Impuls ke Neuron Sensorik: Setelah rangsangan diterima oleh reseptor, impuls listrik akan dihantarkan melalui neuron sensorik (saraf aferen) ke sistem saraf pusat. Pada umumnya, penghantaran impuls ini melalui sumsum tulang belakang, bukan langsung ke otak.
3. Proses di Sumsum Tulang Belakang: Di sumsum tulang belakang, impuls dari neuron sensorik akan diteruskan ke interneuron (neuron penghubung). Interneuron ini akan meneruskan impuls ke neuron motorik tanpa melibatkan otak, sehingga respons dapat terjadi sangat cepat.
4. Penghantaran Impuls ke Otot: Neuron motorik (saraf eferen) akan membawa impuls ke otot yang relevan, menyebabkan kontraksi otot tersebut sebagai respons terhadap rangsangan.
5. Gerak Refleks: Otot yang menerima impuls motorik akan berkontraksi, menghasilkan gerakan refleks, seperti menarik tangan dari benda panas atau menjauhkan kaki dari benda tajam, sebagai respons otomatis terhadap rangsangan.
Seluruh proses ini terjadi dengan sangat cepat, sering kali tanpa melibatkan kesadaran atau kontrol otak, sehingga memberikan respons yang sangat cepat dan melindungi tubuh dari potensi bahaya.