Kerusakan pada otak yang mempengaruhi gerak refleks dapat mengakibatkan berbagai gangguan, tergantung pada lokasi dan tingkat kerusakan. Jika bagian otak yang mengatur refleks rusak, respons refleks bisa menjadi berlebihan (hiperrefleksia) atau bahkan tidak ada (arefleksia). Kerusakan ini juga dapat menyebabkan kesulitan bergerak, kelemahan otot, atau kelumpuhan, serta mempengaruhi fungsi-fungsi lain seperti menelan dan koordinasi tubuh . Selain itu, kondisi seperti stroke atau tumor otak dapat memperparah gejala ini, mengganggu integritas sistem saraf pusat