- Daftar
- Jan 8, 2025
- Konten
- 8
- Solutions
- 1
- Skor reaksi
- 20
- Poin
- 3
Sistem gerak manusia dapat menghasilkan dua gerakan, yaitu gerak biasa dan gerak reƪeks. Kedua gerakan tersebut menunjukkan adanya kerja sama antara sistem saraf dan sistem gerak. Adanya sistem gerak memungkinkan manusia untuk bergerak dengan leluasa. Selain itu, gerakan pada tubuh juga terjadi karena adanya komponen-komponen dalam sistem gerak, yaitu tulang, sendi, dan otot. Setiap komponen mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda, tetapi saling bekerja sama untuk menghasilkan suatu gerakan.
1) Tulang Tengkorak
Tulang tengkorak berfungsi menjaga atau melindungi otak dan memberi bentuk pada wajah. Tulang tengkorak tersebut tersusun atas tulang pipih dan tulang tidak beraturan. Apa saja bagian—bagian tulang tengkorak? Untuk mengetahuinya, perhatikan Gambar 1.19.

2) Tulang Badan
Tulang badan berfungsi melindungi organ—organ bagian dalam dari gesekan, misalnya Inelindungi paru—paru dan jantung. Tulang badan terdiri atas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada.
a) Tulang Belakang
Tulang belakang berfungsi menguatkan dan menyeimbangkan tubuh saat berdiri. Susunan tulang belakang memiliki bentuk melengkung dengan tulang-tulang penyusun seperti dijelaskan pada Gambar 1.20.

b) Tulang Dada
Tulang dada tersusun atas tulang berbentuk pipih yang meliputi bagian hulu, badan, dan taju pedang.
c) Tulang Rusuk
Tulang rusuk memiliki bentuk melengkung membentuk rongga sehingga berfungsi melindungi organ jantung dan paru-paru dari gesekan.Tulang rusuk tersusun atas 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.
Struktur tulang dada dan tulang rusuk dapat dilihat pada Gambar 1.21.

3) Tulang Anggota Gerak
Tulang anggota gerak berfungsi mendukung terjadinya pergerakan. Tulang anggota gerak dibedakan menjadi dua, yaitu tulang anggota
gerak atas (tungkai atas) dan tulang anggota gerak bawah (tungkai bawah).
a) Tulang Anggota Gerak Atas
Tulang-tulang pada anggota gerak atas akan membentuk dan menyusun sepasang tangan. Tulang anggota gerak atas tersusun atas tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari-jari tangan. Pada bagian pangkal tulang lengan atas berhubungan dengan tulang gelang bahu. Tulang gelang bahu terdiri atas tulang selangka dan tulang belikat.
b) Tulang Anggota Gerak Bawah
Tulang-tulang pada anggota gerak bawah akan membentuk dan menyusun sepasang kaki. Tulang anggota gerak bawah tersusun atas tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang betis, tulang kering, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, dan tulang jari-jari kaki. Pada bagian pangkal tulang paha berhubungan dengan tulang gelang panggul. Tulang gelang panggul terdiri atas tulang usus, tulang duduk, dan tulang
kemaluan.

Simaklah penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya.
1) Tulang Pipih
Tulang pipih memiliki bentuk pipih yang tersusun atas lapisan-lapisan tulang kompak dan tulang spons. Sebagai contoh, tulang dahi, tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat. Pada bagian dalam tulang pipih terdapat sumsum merah yang berperan sebagai tempat produksi eritrosit
dan leukosit.
2) Tulang Pipa
Tulang pipa berbentuk seperti pipa atau silindris dengan kedua ujung tulang membulat, misalnya tulang lengan atas, tulang paha, dan ruas-ruas tulang jari. Tulang pipa terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epifisis, metafisis, dan diafisis. Di bagian tengah tulang pipa terdapat rongga yang berisi sumsum tulang. Sumsum tulang terbagi menjadi sumsum tulang merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah berfungsi sebagai tempat pembentukan eritrosit, sedangkan sumsum tulang kuning berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel lemak.
3) Tulang Pendek
Tulang pendek memiliki bentuk kubus atau bulat. Sebagai contoh, tulang-tulang pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan tempurung lutut.
4) Tulang Tidak Beraturan
Tulang tidak beraturan merupakan gabungan dari berbagai tulang. Contoh tulang tidak beraturan, yaitu tulang rahang dan ruas-ruas tulang belakang.
1) Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kondrosit merupakan sel-sel bulat yang besar dengan sebuah nukleus bening dan dua buah atau lebih nukleolus. Kondrosit dibentuk oleh sel-sel tulang rawan muda yang disebut kondroblas. Di dalam tulang rawan terdapat ruang-ruang yang disebut lakuna. Di setiap lakuna biasanya terdapat dua buah kondrosit. Ruang antarsel tulang rawan terisi banyak zat perekat dan mengandung sedikit zat kapur. Oleh karena itu, tulang rawan bersifat lentur (elastis).
Tulang rawan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis. Apa perbedaan ketiga jenis tulang rawan tersebut?
2) Tulang Keras
Tulang keras terdiri atas sel-sel tulang yang sangat padat dan dinamakan osteosit. Osteosit berasal dari proses pematangan oleh osteoblas. Osteosit berada dalam ruang-ruang kecil yang disebut lakuna. Ruang-ruang dalam lakuna tersebut terhubung oleh kanalikuli. Kanalikuli ini mengandung sitoplasma dan juga berperan dalam jalur sistem peredaran darah. Selain terdapat osteoblas, di dalam tulang keras juga terdapat sel-sel osteoklas. Sel-sel tulang keras mengandung banyak matriks yang tersusun atas senyawa fosfat dan kalsium. Mineral-mineral tersebut akan menentukan kelenturan tulang, tetapi hanya konsentrasi kalsium yang mengakibatkan tulang menjadi keras. Tulang keras dibedakan
menjadi dua seperti berikut.
a) Tulang Kompak (Tulang Padat)
Matriks tulang kompak mengandung zat kapur, fosfat, dan serabut kolagen. Contoh tulang kompak terdapat pada bagian diafisis tulang pipa.
b) Tulang Spons (Tulang Berongga)
Matriks tulang spons mengandung sumsum tulang atau sel-sel lemak. Contoh tulang spons terdapat pada bagian epifsis tulang pipa. Adapun struktur tulang rawan dan tulang keras dapat dicermati pada Gambar 1.23.

gerak).
1) Sinartrosis (Sendi Mati)
Sinartrosis adalah persendian yang tidak memungkinkan terjadinya pergerakan. Sinartrosis ada dua macam, yaitu sinostosis (sinfibrosis) dan sinkondrosis. Sinostosis (sinfibrosis) adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin, misalnya hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada.
2) Amfartrosis (Sendi Kaku)
Amfiartrosis (sendi kaku) adalah persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Hubungan antartulang ini dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan, misalnya hubungan antara tulang betis dengan tulang kering.
3) Diartrosis (Sendi Gerak)

Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara leluasa. Hubungan antara tulang ini dihubungkan oleh ligamen sehingga dapat digerakkan. Bagian-bagian sendi gerak sebagai berikut.
1) Gangguan Fisik (Mekanis)
Gangguan fisik ditandai adanya kerusakan fisik pada tubuh. Sebagai contoh, fraktura dan fisura. Fraktura adalah terputusnya jaringan tulang sehingga menyebabkan patah tulang. Adapun fisura adalah keadaan tulang yang retak, tetapi tidak melukai otot.

2) Gangguan Fisiologis
Gangguan fisiologis disebabkan oleh kelainan fungsi hormon dan vitamin. Contoh gangguan akibat gangguan fisiologis sebagai berikut.
Gangguan pada kedudukan tulang belakang disebabkan oleh kesalahan dalam kebiasaan duduk yang meliputi kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah keadaan tulang belakang yang membengkok ke belakang (bungkuk). Lordosis adalah keadaan tulang belakang yang membengkok ke depan. Skoliosis adalah keadaan tulang belakang yang membengkok ke kanan atau ke kiri.
4) Gangguan pada Persendian
Gangguan pada persendian ditandai dengan nyeri, bengkak, dan peradangan pada bagian-bagian tubuh tertentu. Contoh gangguan pada persendian dijelaskan seperti berikut.
Transplantasi Sumsum Tulang
Sumsum merah yang terdapat di dalam tulang dapat ditransplantasikan dari satu orang ke orang lain. Transplantasi sumsum merah ini berguna untuk proses penyembuhan kanker darah (leukemia). Pada transplantasi sumsum merah ini diperlukan teknik khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat dan menyuntikkannya ke resipien tanpa merusaknya.
Pengobatan Kerusakan Sendi
Dalam mengatasi permasalahan kerusakan pada sendi. saat ini telah dikenal metode pembedahan untuk mengganti sendi dengan bahan logam. Bonggol sendi diganti dengan logam campuran (misal campuran titanium) dan cawan sendi diganti dengan mangkuk polietilena (misal plastik)yang memilki kerapatan tinggi. Selanjutnya, kedua sisi direkatkan dengan senyawa metil metakrilat yang berpori sehingga fisiologi tulang tetap normal. Selain itu, kerusakan pada sendi juga dapat diatasi dengan melakukan terapl melalui pemberian obat—obatan.
Penyembuhan Patah Tulang
Penyembuhan patah tulang dapat dllakukan dengan cara-cara berlkut.
1) Pembidaian, dilakukan dengan cara menempatkan benda keras di daerah sekeliling tulang yang patah.
2) Pemasangan gibs, dllakukan dengan membungkuskan bahan kapur di sekitar tulang yang patah.
3) Pembedahan internal. dilakukan dengan cara melakukan pembedahan dan menempatkan batang logam pada tulang yang patah.
1. Tulang Penyusun Rangka Tubuh
Tulang termasuk komponen penting dalam sistem gerak manusia. Tubuh manusia memiliki berbagai jenis tulang. Tulang-tulang tersebut terhubung satu sama lain membentuk suatu rangka. Apa fungsi rangka bagi tubuh? Tulang-tulang apa saja yang menyusun rangka tubuh manusia?a. Fungsi Rangka Tubuh
Rangka tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi seperti berikut.- Memberi bentuk tubuh.
- Sebagai alat gerak pasif.
- Sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka.
- Sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
- Menegakkan dan menopang badan, misalnya tulang punggung dan tulang paha.
- Melindungi bagian-bagian tubuh yang lunak dan penting, misalnya tulang tengkorak melindungi otak.
b. Susunan Tulang dalam Rangka Tubuh
Berdasarkan lokasi penyusunannya, tulang-tulang dalam tubuh dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Tulang apa saja yang menyusun tulang-tulang tersebut?1) Tulang Tengkorak
Tulang tengkorak berfungsi menjaga atau melindungi otak dan memberi bentuk pada wajah. Tulang tengkorak tersebut tersusun atas tulang pipih dan tulang tidak beraturan. Apa saja bagian—bagian tulang tengkorak? Untuk mengetahuinya, perhatikan Gambar 1.19.

2) Tulang Badan
Tulang badan berfungsi melindungi organ—organ bagian dalam dari gesekan, misalnya Inelindungi paru—paru dan jantung. Tulang badan terdiri atas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada.
a) Tulang Belakang
Tulang belakang berfungsi menguatkan dan menyeimbangkan tubuh saat berdiri. Susunan tulang belakang memiliki bentuk melengkung dengan tulang-tulang penyusun seperti dijelaskan pada Gambar 1.20.

b) Tulang Dada
Tulang dada tersusun atas tulang berbentuk pipih yang meliputi bagian hulu, badan, dan taju pedang.
c) Tulang Rusuk
Tulang rusuk memiliki bentuk melengkung membentuk rongga sehingga berfungsi melindungi organ jantung dan paru-paru dari gesekan.Tulang rusuk tersusun atas 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.
Struktur tulang dada dan tulang rusuk dapat dilihat pada Gambar 1.21.

3) Tulang Anggota Gerak
Tulang anggota gerak berfungsi mendukung terjadinya pergerakan. Tulang anggota gerak dibedakan menjadi dua, yaitu tulang anggota
gerak atas (tungkai atas) dan tulang anggota gerak bawah (tungkai bawah).
a) Tulang Anggota Gerak Atas
Tulang-tulang pada anggota gerak atas akan membentuk dan menyusun sepasang tangan. Tulang anggota gerak atas tersusun atas tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari-jari tangan. Pada bagian pangkal tulang lengan atas berhubungan dengan tulang gelang bahu. Tulang gelang bahu terdiri atas tulang selangka dan tulang belikat.
b) Tulang Anggota Gerak Bawah
Tulang-tulang pada anggota gerak bawah akan membentuk dan menyusun sepasang kaki. Tulang anggota gerak bawah tersusun atas tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang betis, tulang kering, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, dan tulang jari-jari kaki. Pada bagian pangkal tulang paha berhubungan dengan tulang gelang panggul. Tulang gelang panggul terdiri atas tulang usus, tulang duduk, dan tulang
kemaluan.
c. Macam-Macam Tulang Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi empat, yaitu tulang pipih, tulang pipa, tulang pendek, dan tulang tidak beraturan. Apa perbedaan keempat bentuk tulang tersebut?
Simaklah penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya.
1) Tulang Pipih
Tulang pipih memiliki bentuk pipih yang tersusun atas lapisan-lapisan tulang kompak dan tulang spons. Sebagai contoh, tulang dahi, tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat. Pada bagian dalam tulang pipih terdapat sumsum merah yang berperan sebagai tempat produksi eritrosit
dan leukosit.
2) Tulang Pipa
Tulang pipa berbentuk seperti pipa atau silindris dengan kedua ujung tulang membulat, misalnya tulang lengan atas, tulang paha, dan ruas-ruas tulang jari. Tulang pipa terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epifisis, metafisis, dan diafisis. Di bagian tengah tulang pipa terdapat rongga yang berisi sumsum tulang. Sumsum tulang terbagi menjadi sumsum tulang merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah berfungsi sebagai tempat pembentukan eritrosit, sedangkan sumsum tulang kuning berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel lemak.
3) Tulang Pendek
Tulang pendek memiliki bentuk kubus atau bulat. Sebagai contoh, tulang-tulang pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan tempurung lutut.
4) Tulang Tidak Beraturan
Tulang tidak beraturan merupakan gabungan dari berbagai tulang. Contoh tulang tidak beraturan, yaitu tulang rahang dan ruas-ruas tulang belakang.
d. Macam-Macam Tulang Berdasarkan Zat Penyusunnya
Berdasarkan zat penyusunnya, tulang dikelompokkan menjadi tulang rawan dan tulang keras.1) Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kondrosit merupakan sel-sel bulat yang besar dengan sebuah nukleus bening dan dua buah atau lebih nukleolus. Kondrosit dibentuk oleh sel-sel tulang rawan muda yang disebut kondroblas. Di dalam tulang rawan terdapat ruang-ruang yang disebut lakuna. Di setiap lakuna biasanya terdapat dua buah kondrosit. Ruang antarsel tulang rawan terisi banyak zat perekat dan mengandung sedikit zat kapur. Oleh karena itu, tulang rawan bersifat lentur (elastis).
Tulang rawan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis. Apa perbedaan ketiga jenis tulang rawan tersebut?
2) Tulang Keras
Tulang keras terdiri atas sel-sel tulang yang sangat padat dan dinamakan osteosit. Osteosit berasal dari proses pematangan oleh osteoblas. Osteosit berada dalam ruang-ruang kecil yang disebut lakuna. Ruang-ruang dalam lakuna tersebut terhubung oleh kanalikuli. Kanalikuli ini mengandung sitoplasma dan juga berperan dalam jalur sistem peredaran darah. Selain terdapat osteoblas, di dalam tulang keras juga terdapat sel-sel osteoklas. Sel-sel tulang keras mengandung banyak matriks yang tersusun atas senyawa fosfat dan kalsium. Mineral-mineral tersebut akan menentukan kelenturan tulang, tetapi hanya konsentrasi kalsium yang mengakibatkan tulang menjadi keras. Tulang keras dibedakan
menjadi dua seperti berikut.
a) Tulang Kompak (Tulang Padat)
Matriks tulang kompak mengandung zat kapur, fosfat, dan serabut kolagen. Contoh tulang kompak terdapat pada bagian diafisis tulang pipa.
b) Tulang Spons (Tulang Berongga)
Matriks tulang spons mengandung sumsum tulang atau sel-sel lemak. Contoh tulang spons terdapat pada bagian epifsis tulang pipa. Adapun struktur tulang rawan dan tulang keras dapat dicermati pada Gambar 1.23.

e. Proses Pembentukan Tulang
Pada saat embrio, rangka manusia tersusun atas tulang rawan hialin. Sebagian tulang rawan ini akan berkembang menjadi tulang keras atau mengalami osifkasi. Urutan proses pembentukan tulang (osifkasi) sebagai berikut.- Bagian dalam tulang rawan pada embrio berisi banyak osteoblas.
- Osteoblas membentuk osteosit. Osteosit tersusun melingkar membentuk sistem Havers. Di tengah sistem Havers terdapat saluran Havers yang mengandung banyak pembuluh darah dan serabut saraf.
- Osteosit menyekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang. Selanjutnya, osteosit akan mendapat tambahan senyawa kalsium dan fosfat yang akan membuat tulang mengeras.
- Selama terjadi penulangan (osifkasi), bagian di antara epifsis dan diafsis akan membentuk cakra epifsis. Cakra epifsis berupa tulang rawan yang mengandung banyak osteoblas.
- Bagian cakra epifsis terus mengalami penulangan yang mengakibatkan tulang memanjang.
- Di bagian tengah tulang pipa terdapat osteoklas yang merusak tulang. Akibatnya, tulang tersebut menjadi berongga dan terisi oleh sumsum tulang.
f. Persendian atau Artikulasi
Persendian atau artikulasi adalah hubungan antara dua tulang pada tubuh sehingga dapat memudahkan adanya pergerakan pada tulang. Berdasarkan sifat geraknya, persendian dibedakan menjadi sinartrosis (sendi mati), amfiartrosis (sendi kaku), dan diartrosis (sendigerak).
1) Sinartrosis (Sendi Mati)
Sinartrosis adalah persendian yang tidak memungkinkan terjadinya pergerakan. Sinartrosis ada dua macam, yaitu sinostosis (sinfibrosis) dan sinkondrosis. Sinostosis (sinfibrosis) adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah persendian oleh tulang rawan (kartilago) hialin, misalnya hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada.
2) Amfartrosis (Sendi Kaku)
Amfiartrosis (sendi kaku) adalah persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Hubungan antartulang ini dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan, misalnya hubungan antara tulang betis dengan tulang kering.
3) Diartrosis (Sendi Gerak)

Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara leluasa. Hubungan antara tulang ini dihubungkan oleh ligamen sehingga dapat digerakkan. Bagian-bagian sendi gerak sebagai berikut.
- Ruang sinovial, berisi cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas.
- Ligamen, berupa jaringan ikat yang menghubungkan kedua ujung tulang.
- Kapsul sendi, merupakan lapisan serabut yang menyelubungi rongga sendi.
- Tulang rawan hialin, berfungsi melindungi kedua ujung tulang yang membentuk persendlan dari benturan keras.
g. Gangguan atau Kelainan pada Rangka Tubuh
Gangguan atau kelainan pada rangka tubuh dapat disebabkan oleh adanya gangguan fisik, gangguan fisiologis, gangguan pada persendian, dan gangguan pada kedudukan tulang belakang.1) Gangguan Fisik (Mekanis)
Gangguan fisik ditandai adanya kerusakan fisik pada tubuh. Sebagai contoh, fraktura dan fisura. Fraktura adalah terputusnya jaringan tulang sehingga menyebabkan patah tulang. Adapun fisura adalah keadaan tulang yang retak, tetapi tidak melukai otot.

2) Gangguan Fisiologis
Gangguan fisiologis disebabkan oleh kelainan fungsi hormon dan vitamin. Contoh gangguan akibat gangguan fisiologis sebagai berikut.
- Rakitis adalah gangguan tulang yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D sehingga menyebabkan bentuk kaki seperti huruf X atau O.
- Osteoporosis adalah gangguan pada tulang yang ditandai dengan adanya penurunan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Gangguan ini dapat terjadi secara fisiologis karena proses penuaan yang disertai menurunnya hormon serta kurangnya asupan kalsium dan vitamin D.
- Nekrosis adalah kerusakan pada selaput tulang (periosteum). Jika periosteum rusak, suplai makanan terhenti sehingga sel-sel tulang akan mati.
Gangguan pada kedudukan tulang belakang disebabkan oleh kesalahan dalam kebiasaan duduk yang meliputi kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah keadaan tulang belakang yang membengkok ke belakang (bungkuk). Lordosis adalah keadaan tulang belakang yang membengkok ke depan. Skoliosis adalah keadaan tulang belakang yang membengkok ke kanan atau ke kiri.
4) Gangguan pada Persendian
Gangguan pada persendian ditandai dengan nyeri, bengkak, dan peradangan pada bagian-bagian tubuh tertentu. Contoh gangguan pada persendian dijelaskan seperti berikut.
- Dislokasi adalah gangguan yang terjadi akibat pergeseran tulang penyusun sendi dari posisi awal.
- Terkilir (keseleo) adalah gangguan yang ditandai dengan tertariknya ligamen pada persendian karena gerakan yang dilakukan tiba-tiba atau gerakan yang tidak biasa dilakukan.
- Ankilosis adalah gangguan pada persendian yang mengakibatkan sendi tidak dapat digerakkan.
- Artritis adalah gangguan peradangan pada persendian yang menimbulkan rasa sakit, misalnya rematoid, osteoartritis, dan goutartritis.
h. Teknologi untuk Mengatasi Gangguan atau Kelainan pada Rangka Tubuh
Saat ini telah ditemukan beberapa jenis teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan dan kelainan pada rangka tubuh.Transplantasi Sumsum Tulang
Sumsum merah yang terdapat di dalam tulang dapat ditransplantasikan dari satu orang ke orang lain. Transplantasi sumsum merah ini berguna untuk proses penyembuhan kanker darah (leukemia). Pada transplantasi sumsum merah ini diperlukan teknik khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat dan menyuntikkannya ke resipien tanpa merusaknya.
Pengobatan Kerusakan Sendi
Dalam mengatasi permasalahan kerusakan pada sendi. saat ini telah dikenal metode pembedahan untuk mengganti sendi dengan bahan logam. Bonggol sendi diganti dengan logam campuran (misal campuran titanium) dan cawan sendi diganti dengan mangkuk polietilena (misal plastik)yang memilki kerapatan tinggi. Selanjutnya, kedua sisi direkatkan dengan senyawa metil metakrilat yang berpori sehingga fisiologi tulang tetap normal. Selain itu, kerusakan pada sendi juga dapat diatasi dengan melakukan terapl melalui pemberian obat—obatan.
Penyembuhan Patah Tulang
Penyembuhan patah tulang dapat dllakukan dengan cara-cara berlkut.
1) Pembidaian, dilakukan dengan cara menempatkan benda keras di daerah sekeliling tulang yang patah.
2) Pemasangan gibs, dllakukan dengan membungkuskan bahan kapur di sekitar tulang yang patah.
3) Pembedahan internal. dilakukan dengan cara melakukan pembedahan dan menempatkan batang logam pada tulang yang patah.




